Zarathustra (Nietzsche)

October 10th, 2009

Sinopsis sampul belakang:

Friedrich Nietzsche (1844-1900), adalah filsuf modern yang paling disalahmengerti dan digambarkan dengan keliru. Ungkapannya “Tuhan Telah Mati”, kekerasan hatinya bahwa makna kehidupan harus dicari dalam kerangka-keerangka manusiawi sepenuhnya, dan doktrinnya tentang manusia-unggul, dan kehendak untuk kuasa, semua diambil alih dan diputarbalikkan. Diputarbalikkan antara lain oleh para intelektual Nazi.

Zarathustra adalah suatu mengembaraan spiritual menjelajahi dunia modern. Oleh karena itu, buku ini memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi bagi kita dalam memberi penilaian atas seorang pemikir orisinal yang cemerlang, yang pengaruhnya amat sangat besar terhadap para penulis abad kedua puluh seperti Franz Kafka, W.B Yeats, Andre Gide, Bernard Shaw, Jean-Paul Sartre, Albert Camus, dan Igbal.

Nàgara Krtàgama (Prof. Dr. Drs. I Ketut Riana, S.U.)

October 10th, 2009

9789797094331

Kakawin Dèsa Warnnana uthawi Nàgara Krtàgama adalah sebuah karya sejarah monumental yang mendeskripsikan masa keemasan Kerajaan Majapahit, yakni pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk yang bergelar Raja Rajasa Nagara. Saat Hayam Wuruk yang berkuasa pada belahan kedua abad ke-14, dianggap sebagai titisan Bhatara Hyang Giri Natha (Bhatara Siwa) yang bertugas menenteramkan dan menyejahterakan rakyat Nusantara, bahkan negara-negara tetangga yang menyatakan bergabung dengan Majapahit.

Karya sastra sejarah yang menggambarkan kemegahan Kerajaan Majapahit ini amat penting dalam penyusunan sejarah Indonesia. Antara lain karena Majapahit merupakan salah satu kerajaan Nusantara yang terbesar yang sejak 700 tahun silam sudah dikenal hingga ke Pulau Madagaskar di Samudera Hindia, di lepas pantai timur Afrika. Pustaka ini menyajikan silsilah Mpu Tantular, kisah kelahiran dan silsilah Raja Hayam Wuruk dan gambaran Mpu Prapanca tentang Istana Majapahit yang dikatakan amat megah, yang disebutnya seperti matahari bersinar di siang hari serta bagai bulan bersinar di malam hari.

Buku ini juga mengandung deskripsi tentang luasnya wilayah jajahan Kerajaan Majapahit, peristiwa wafatnya Patih Gajah Mada, serta konsep dan filsafat Pancasila buah pemikiran Mpu Prapanca yang kini menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kecuali menyajikan teks dalam bahasa Jawa Kuna yang dipengaruhi bahasa Sansekerta, sesuai dengan naskah aslinya, buku ini juga menyajikan teks berhuruf Bali, sesuai dengan yang tertulis dalam lontar.

Lolita (Vladimir Nabokov)

October 10th, 2009

Lolita

My Rating: 4,5 dari 5.

Sinopsis:

Lolita adalah novel indah yang abadi. Sempat dilarang beredar di Amerika Serikat, novel ini hingga kini terus diperbincangkan orang dan menjadi buku laris di berbagai negara. Lolita bahkan dianggap sebagai salah satu novel terbaik sepanjang masa oleh sejumlah kritisi sastra. Sedemikian populernya kisah ini hingga sempat dua kali difilmkan.

Lolita berkisah tentang pengakuan seorang profesor setengah baya bernama Humbert Humbert yang terobsesi seorang gadis remaja, Dolores Haze—sang Lolita. Untuk bisa berdekatan dengan Dolores, Humbert menikahi ibu gadis itu. Setelah sang ibu tewas dalam sebuah kecelakaan, Humbert membawa anak tirinya berkelana mengelilingi Amerika Serikat, menikmati cinta terlarang dengan segala manis getirnya.

Kisah ini bernuansa muram, tetapi tak kehilangan sentuhan humor. Ia menjadi indah antara lain karena kepiawaian Vladimir Nabokov dalam melukiskan nuansa psikologis tokoh-tokohnya , terutama sosok Lolita yang kenes dan misterius, serta Humbert yang berkepribadian rumit. Di atas segalanya, novel kontroversial ini adalah kisah luar biasa tentang kekuatan cinta dalam hidup manusia.

Komentar:

Karakter yang digambarkan sangat hidup. Awalnya saya kira novel ini berdasarkan kisah nyata, di mana sang penulis sang tokoh utama yang mendekam di penjara. Agak menyesal mengetahui ternyata ini adalah novel fiksi. Sang penulis dapat menggambarkan cara pikiran si pedofil dengan nyata, dengan latar belakang dan konsekuensi-konsekuensinya di dalam kehidupan sang lakon cerita.

Dunia Tanpa Manusia (Alan Weisman)

October 10th, 2009

The World Without Us

Sebuah tur memikat keliling Bumi setelah punahnya manusia.

The World Without Us menawarkan pendekatan yang sangat baru terhadap pertanyaan bagaimana pengaruh manusia terhadap planet ini; Alan Weisman meminta kita untuk membayangkan Bumi tanpa manusia.

Weisman menjelaskan bagaimana berbagai infrastruktur raksasa yang kita bangun akan runtuh dan akhirnya menghilang tanpa kehadiran manusia; barang keseharian mana saja yang akan diabadikan dalam bentuk fosil; bagaimana pipa dan kabel tembaga akan hancur menjadi tumpukan batu-batuan kemerahan; kenapa beberapa bangunan yang dibuat pada awal peradaban manusia kemungkinan besar akan menjadi bangunan terakhir yang tersisa; dan bagaimana plastik, patung perunggu, gelombang radio, dan beberapa molekul yang diciptakan manusia akan menjadi hadiah terakhir bagi alam ini.

The World Without Us mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari setelah hilangnya manusia, banjir di kereta api bawah tanah di New York akan mulai mengikis fondasi kota itu dan bagaimana, dan saat kota-kota di seluruh dunia runtuh, aspal yang merajalela di mana-mana akan tersingkir oleh hutan rimba yang menyeruak kembali ke permukaan bumi. Saat menunjukkan kerusakan, yang diciptakan manusia, mana saja yang tidak mudah hilang dan sejumlah contoh seni dan kebudayaan manusia yang tertinggi yang akan bertahan paling lama, narasi Weisman akhirnya akan mengarahkan penyelesaian yang radikal tapi persuasif yang tidak bergantung atas lenyapnya umat manusia. Ini adalah contoh narasi nonfiksi pada tingkatan tertinggi, dan dengan menunjukkan konsep yang sangat menggoda dengan sentuhan yang menggairahkan, ia juga dengan cermat melihat akibat yang ditimbulkan manusia terhadap planet ini dalam cara yang baru.

Logika Selayang Pandang

October 10th, 2009

Logika Selayang Pandang

Judul LOGIKA SELAYANG PANDANG
Pengarang Alex Lanur, OFM.
Kategori Humaniora
Tanggal Terbit 19-08-1983
ISBN 978-979-413-124-4
Harga Rp. 13.000,-
Ukuran 148×210
Halaman 84

Uraian pokok dalam buku ini adalah logika formal yang menyelidiki kebenaran yang dinyatakan melalui jalan, cara, teknik serta hukum-hukum yang perlu diikuti.

Das Kapital Karl Marx (Frederick Engels)

October 10th, 2009

Das Kapital

Resensi dari sampul belakang:

Karya-karya yang dihimpun di sini hanya sebagian kecil dari yang ditulis Engels sehubungan dengan Capital Marx. Selama lebih setengah abad, aktivitas kreatif Engles sangat erat terjalin dengan kegiatan kreatif marx. Korespondensi para pendiri Marxisme menunjukan bagian yang sangat aktifnya Engles di dalam penguraian sejumlah proposisi yang paling penting dari Capital dan betapa ia membantu Marx dengan nasehatnya, informasinya yang faktual dan pernyataan-pernyataannya yang kritikal. Sejumlah karya cemerlang Engles diabdikan pada perkembangan dan pembuktian proposisi-proposisi dasar dari doktrin Marxian. Kerjasama pribadi Engles selama bertahun-tahun dengan Marx disusul oleh pekerjaan luar-biasa bbesarnya untuk penerbitan dua jilid terakhir Capital yang ditinggalkan oleh sang pengarang dalam bentuk manuskrip, edisi-edisi baru dari jilid pertama dan berbagai karya Marx lainnya. Sejumlah prakata yang ditulis oleh Engles pada karya-karya Marx yang diterbitkannya dicurahkan bagi pembelaan doktrin Marx terhadap musuh-musuhnya.

Institut Marxisme, Moskow

Selama adanya kaum kapitalis dan kaum buruh di atas bumi, tiada buku yang demikian pentingnya bagi kaum buruh seperti buku yang di depan kita ini. hubungan antara modal dan kerja, engsel yang di atasnya seluruh sistem masyarakat sekarang berputar, di sini untuk pertama-kalinya dikupas secara ilmiah dan dengan ketuntasan dan ketajaman yang hanya mungkin bagi seorang Jerman. Betapa pun berharga dan akan tetap berharganya tulisan-tulisan seorang Owen, Saint-Simon, Fourier, ternyata dicadangkan bagi seorang Jerman untuk terlebih dahulu naik ke ketinggian dari mana seluruh medan hubungan-hubungan sosial modern dapat dilihat dengan jelas dan selengkapnya persis sebagaimana pemandangan pegunungan yang lebih rendah terlihat oleh seorang pengamat yang berdiri di puncak ketinggian.

Demokratisches Wochenblatt, Maret 1868

Menalar Tuhan (Franz Magnis-suseno)

October 3rd, 2009

Menalar Tuhan

Penulis: Franz Magnis-Suseno SJ
ISBN: 979-21-1043-7
Tanggal Terbit: 13-01-2006
Harga: Rp 42.000
Ukuran: 15,5 x 22,5 cm
Halaman: 245
Penerbit: Kanisius

Sinopsis:
Menalar Tuhan, itulah yang sejak permulaannya menjadi obsesi filsafat. Menggapai Tuhan melalui pikiran menjadi hasrat tertinggi filsafat sampai 200 tahun lalu. Di permulaan abad 21, pertanyaan tentang Tuhan masih tetap berada di pusat pemikiran para filsuf. Buku ini ditulis bagi mereka yang percaya kepada Tuhan dan juga bagi mereka yang tidak lagi percaya kepada Tuhan. Isinya bukan mengenai agama, melainkan mengenai Tuhan. Buku ini tidak mau “membuktikan” adanya Tuhan, melainkan menunjukkan bahwa di abad 21 pun manusia tetap dapat percaya kepada Tuhan tanpa harus menyangkal kejujuran intelektualnya.

Sendiri Menentang Ratusan Demonstran

September 21st, 2009

Kakek pemberani ini bernama Edward Kimmel, umur 58 tahun. Sendirian membawa spanduk mendukung kebijakan Obama atas pelayanan kesehatan publik, menerobos protester fanatik anti Obama. Untung buru-buru diamankan polisi dari amukan massa. Coba kalau terjadi di Indonesia, minimal kepala bocor atau tulang patah tuh kakek!

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

April 23rd, 2009

Pemilu legislatif baru saja berlalu. Partai yang diusung Susilo Bambang Yudoyono, Demokrat, menempati posisi pertama dalam pertarungan perebutan suara. Apapun hasilnya rakyat Indonesia boleh berbangga karena pemilu kali ini relatif berjalan sangat damai. Para elit politik ada yang bingung menentukan capres siapa yang akan diusung, ada yang optimis kepimpinan SBY akan berlanjut. Adapula yang berlomba-lomba dalam kontes SEO Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009, tapi mereka bukan para elit politik namun insan-insan kreatif di komunitas internet. Pemilu tentunya bukan hanya urusan para elit, kita tidak boleh melupakan para blogger yang merupakan trend sesaat.

Lantas bagaimana dengan pemilu selanjutnya di bulan Juli mendatang? Siapakah yang akan jadi pemenang? Apakah SBY? Ataukan SEO? Saat ini hanya Tuhan yang tahu. Bahkan para suhu pun tidak akan tahu. Nah daripada saling serang lebih baik kita main game. Game yang akan kita mainkan adalah kontes SEO tentang pemilu 2009. Dua minggu sudah berlalu dan sekarang tinggal sepuluh hari lagi. Siapakah yang akan jadi pemenang? Mari kita tunggu bersama-sama! Bagi presiden yang terpilih nanti semoga tidak akan melupakan janji-janjinya disaat kampanye!

Note: Artikel ini hanya fiksi belaka mohon jangan dibaca.